Selasa, 19 November 2019

Prof. K.H. Saifuddin Zuhri - Sokaraja Banyumas


Sejarah Singkat pergerakan Prof. K.H. Saifuddin Zuhri - Sokaraja Banyumas


"TH 1930-1940-an ada dinamika hub NU dan
Ansor Tentang pemakaian dasi, terompet dan
genderang pada Kepanduan Ansor.
KH. Syaifuudin Zuhri menilai ansor
adalah sayap revolusioner di NU"
_Sumber : Secuil Sejarah GP Ansor - Jiwa Banser.Pdf_

Tokoh Gerakan Pemuda Ansor yang lahir dari keluarga petani tepatnya di Sokaraja pada tanggal 1 Oktober 1919. Masa kecil beliau lalui dengan belajar mengaji pada orang tuanya yang memimpin pesantren di sokaraja yang menjadi pusat perkembangan agama islam di kadipaten Banyumas.

Rajin membaca menjadi modal beliau untuk mengoleksi ratusan ribu kosa kata sehingga menjadikan dirinya penulis yang cukup produktif.

Perjuangan di masa muda beliau dengan menjadi pemimpin Gerakan Pemuda Ansor Daerah Jawa Tengah pada tahun 1938. pada saat itu tokoh muda ini membuat gebrakan dan menyulut semangat pemuda ANO yang menjadikan sebagai Revolusioner di Nahdlatul Ulama.

Dalam masa pegerakan menuju kemerdekaan, Saifudin muda ikut berperang dan berjuang bersama dengan menjadi Komandan Divisi Hizbullah Jawa Tengah. Beliau memimpin pasukan hizbullah bersama pasukan TKR dibawah pimpinan Kol. Soedirman mengusir penjajah.

Bagi Nahdlatul Ulama beliau juga sangat berjasa, Pada usia 35 tahun K.H. Saifuddin Zuhri menjabat Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), usia yang sangat muda.

Kita bisa melihat bahwa di usia yang begitu muda beliau sudah di jajaran PBNU, menjadi mesin yang cukup tangguh untuk menggerakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Masa depan NU adalah di Ansor, dan melihat catatan sejarah justru organisasi Nahdlatul Ulama di isi oleh orang-orang hebat yang energik dan berjiwa muda.

*Mari raih kembali kejayaan Nahdlatul Ulama oleh Pemuda*

www.ansor.web.id

#ansor #banser #ansorwebid #KitaIniSama


EmoticonEmoticon